Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut."
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah ...pulang?"
Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."
"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali," kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama," kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran
Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan", sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. "Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho... menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita."
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.
Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di mana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."
Ave Maria !
Friday, September 9, 2011
Doa Seorang Kristen Non Katolik
Seorang anak Protestan kecil berusia enam tahun telah sering mendengar teman-teman Katoliknya mendaraskan doa “Salam Maria”. Dia sangat menyukai doa tersebut sehingga dia menyalinnya, menghafalkannya dan kerap kali mendaraskannya sendiri setiap hari. ‘Mama, coba lihat, ini sebuah doa yang sangat indah,” dia berkata kepada ibunya pada suatu hari.
“Jangan sekali-kali mengucapkan doa itu lagi,”jawab ibunya. “Itu sebuah doa yang takhyul dari orang-orang Katolik yang menyembah berhala dan mengira Maria itu seorang Dewi. Lagi pula, dia kan hanya seorang wanita biasa saja seperti kita. Ambillah Alkitabmu dan bacalah. Alkitab berisi segala sesuatu yang harus kita lakukan.” Mulai dari hari itu anak kecil itu tidak lagi membaca doa harian “Salam Maria”-nya dan sebaliknya memberikan waktunya untuk membaca Alkitab.
Pada suatu hari, ketika sedang membaca Injil, dia bertemu bacaan tentang Pemberitahuan Malaikat kepada Bunda kita. Penuh sukacita, anak laki-laki kecil itu berlari kepada ibunya dan berkata: “Ibu, saya temukan ‘Salam Maria’ di dalam Alkitab yang bunyinya: “Salam penuh rahmat, Tuhan beserta engkau, terpujilah engkau di antara wanita.’ Mengapa ibu katakan ini sebuah doa yang takhyul?”
Pada kesempatan lain dia menemukan Salam St. Elisabeth yang indah kepada Perawan Maria dan MAGNIFICAT yang indah di mana Maria meramalkan bahwa “segala keturunan akan menyebutnya terberkati.”
Dia tidak pernah berkata tentang hal itu kepada ibunya lagi dan mulai mendaraskan “Salam Maria” setiap harinya seperti dulu. Dia merasakan kesenangan yang luar biasa menujukan kata-kata yang indah itu kepada Bunda Yesus, Juruselamat kita. Ketika dia berumur empat belas tahun, dia pada suatu hari mendengarkan sebuah diskusi tentang Bunda kita di antara para anggota keluarganya. Setiap orang mengatakan bahwa Maria adalah seorang wanita biasa seperti wanita-wanita lain. Anak laki-laki itu, setelah mendengarkan penelaahan mereka yang salah tidak dapat lagi menahan dirinya, dan dengan penuh kemarahan, dia memotong pembicaraan mereka dan berkata:
“Maria tidak seperti anak Adam yang manapun, yang dinodai dengan dosa. Tidak! Malaikat menggelari dia PENUH RAHMAT DAN DIBERKATI DI ANTARA WANITA. Maria adalah ibunda Yesus dan otomatis Bunda Allah. Tidak ada kehormatan lain yang lebih tinggi dari itu. Kitab Injil mengatakan bahwa keturunan demi keturunan akan menyatakan dia diberkati (terpuji) dan kalian semua sedang mencoba merendah dia dan menghina dia. Semangat kalian bukanlah semangat Injil atau semangat Alkitab yang kalian proklamirkan sebagai fondasi agama Kristen.”
Begitu dalam kesan yang ditimbulkan dari pembicaraan anak laki-laki tersebut sehingga ibunya beberapa kali berteriak dengan sedih: “Ya Allah! Saya takut bahwa anak saya ini suatu hari kelak akan bergabung dengan agama Katolik, agamanya para Paus!” Dan benar, tak berapa lama kemudian, setelah mempelajari secara serius Protestantisme dan Katolikisme, anak laki-laki itu kemudian menemukan agama Katolik sabagai satu-satunya agama yang benar dan menjadi salah satu rasul yang paling giat.
Tak berapa lama setelah pertobatannya, dia bertemu saudara perempuannya yang telah menikah yang menegurnya dan berkata dengan gusarnya: “Engkau tidak tahu betapa aku mencintai anak-anakku. Tetapi sekiranya siapa saja dari anak-anakku ingin menjadi seorang Katolik, aku tidak akan segan menusuk jantungnya dengan pisau daripada mengizinkan dia memeluk agama para Paus itu!”
Kemarahannya sama dengan sifat St. Paulus sebelum dia bertobat. Tapi, dia pun akan merubah jalan hidupnya, sama seperti St. Paulus juga bertobat dalam perjalanannya ke Damaskus. Kebetulan terjadilah bahwa salah satu anak laki-lakinya sakit parah dan para dokter menyerah. Saudara laki-lakinya kemudian mendekati dia dan berkata dengan penuh kasih sayang, katanya:“Saudariku, engkau tentu saja ingin sekali anakmu sembuh. Baiklah, kerjakanlah apa yang saya minta kamu kerjakan ini. Ikuti saya, marilah kita berdoa satu kali “Salam Maria” dan berjanjilah kepada Allah bahwa jika kesehatan anakmu pulih, engkau akan dengan serius mempelajari doktrin Katolik, dan sekiranya engkau berkesimpulan bahwa agama Katolik adalah satu-satunya agama yang benar, engkau akan memeluknya tak perduli apa pun pengorbanannya.”
Saudarinya agak enggan pertama-tama, tetapi karena dia begitu menginginkan kesembuhan untuk puteranya, dia menerima usulan dari saudara laki-lakinya dan mendaraskan “Salam Maria” bersama-sama dia. Keesokan harinya anaknya sembuh. Sang ibu memenuhi janjinya dan dia pun mempelajari doktrin Katolik. Setelah masa persiapan yang panjang dia menerima Baptisan bersama-sama dengan seluruh keluarganya, sambil berterima kasih kepada saudara laki-lakinya karena telah menjadi rasul kepadanya.
Kisah ini diceritakan dalam sebuah khotbah yang diberikan oleh Romo Tuckwell. “Saudara-saudara,” dia melanjutkan dan berkata, “anak laki-laki yang menjadi Katolik dan menobatkan saudara perempuannya kepada agama Katolik itu membaktikan seluruh hidupnya kepada pelayanan Allah. DIA ADALAH PASTUR YANG SEDANG BERKHOTBAH KEPADA KALIAN SEKARANG INI. Apa adanya saya, saya berhutang budi kepada Bunda kita. Kalian juga, saudara-saudaraku, berdedikasilah sepenuhnya kepada Bunda kita dan jangan lewatkan satu hari pun tanpa mengucapkan doa yang indah itu, “Salam Maria”, dan Rosario kalian.
“Jangan sekali-kali mengucapkan doa itu lagi,”jawab ibunya. “Itu sebuah doa yang takhyul dari orang-orang Katolik yang menyembah berhala dan mengira Maria itu seorang Dewi. Lagi pula, dia kan hanya seorang wanita biasa saja seperti kita. Ambillah Alkitabmu dan bacalah. Alkitab berisi segala sesuatu yang harus kita lakukan.” Mulai dari hari itu anak kecil itu tidak lagi membaca doa harian “Salam Maria”-nya dan sebaliknya memberikan waktunya untuk membaca Alkitab.
Pada suatu hari, ketika sedang membaca Injil, dia bertemu bacaan tentang Pemberitahuan Malaikat kepada Bunda kita. Penuh sukacita, anak laki-laki kecil itu berlari kepada ibunya dan berkata: “Ibu, saya temukan ‘Salam Maria’ di dalam Alkitab yang bunyinya: “Salam penuh rahmat, Tuhan beserta engkau, terpujilah engkau di antara wanita.’ Mengapa ibu katakan ini sebuah doa yang takhyul?”
Pada kesempatan lain dia menemukan Salam St. Elisabeth yang indah kepada Perawan Maria dan MAGNIFICAT yang indah di mana Maria meramalkan bahwa “segala keturunan akan menyebutnya terberkati.”
Dia tidak pernah berkata tentang hal itu kepada ibunya lagi dan mulai mendaraskan “Salam Maria” setiap harinya seperti dulu. Dia merasakan kesenangan yang luar biasa menujukan kata-kata yang indah itu kepada Bunda Yesus, Juruselamat kita. Ketika dia berumur empat belas tahun, dia pada suatu hari mendengarkan sebuah diskusi tentang Bunda kita di antara para anggota keluarganya. Setiap orang mengatakan bahwa Maria adalah seorang wanita biasa seperti wanita-wanita lain. Anak laki-laki itu, setelah mendengarkan penelaahan mereka yang salah tidak dapat lagi menahan dirinya, dan dengan penuh kemarahan, dia memotong pembicaraan mereka dan berkata:
“Maria tidak seperti anak Adam yang manapun, yang dinodai dengan dosa. Tidak! Malaikat menggelari dia PENUH RAHMAT DAN DIBERKATI DI ANTARA WANITA. Maria adalah ibunda Yesus dan otomatis Bunda Allah. Tidak ada kehormatan lain yang lebih tinggi dari itu. Kitab Injil mengatakan bahwa keturunan demi keturunan akan menyatakan dia diberkati (terpuji) dan kalian semua sedang mencoba merendah dia dan menghina dia. Semangat kalian bukanlah semangat Injil atau semangat Alkitab yang kalian proklamirkan sebagai fondasi agama Kristen.”
Begitu dalam kesan yang ditimbulkan dari pembicaraan anak laki-laki tersebut sehingga ibunya beberapa kali berteriak dengan sedih: “Ya Allah! Saya takut bahwa anak saya ini suatu hari kelak akan bergabung dengan agama Katolik, agamanya para Paus!” Dan benar, tak berapa lama kemudian, setelah mempelajari secara serius Protestantisme dan Katolikisme, anak laki-laki itu kemudian menemukan agama Katolik sabagai satu-satunya agama yang benar dan menjadi salah satu rasul yang paling giat.
Tak berapa lama setelah pertobatannya, dia bertemu saudara perempuannya yang telah menikah yang menegurnya dan berkata dengan gusarnya: “Engkau tidak tahu betapa aku mencintai anak-anakku. Tetapi sekiranya siapa saja dari anak-anakku ingin menjadi seorang Katolik, aku tidak akan segan menusuk jantungnya dengan pisau daripada mengizinkan dia memeluk agama para Paus itu!”
Kemarahannya sama dengan sifat St. Paulus sebelum dia bertobat. Tapi, dia pun akan merubah jalan hidupnya, sama seperti St. Paulus juga bertobat dalam perjalanannya ke Damaskus. Kebetulan terjadilah bahwa salah satu anak laki-lakinya sakit parah dan para dokter menyerah. Saudara laki-lakinya kemudian mendekati dia dan berkata dengan penuh kasih sayang, katanya:“Saudariku, engkau tentu saja ingin sekali anakmu sembuh. Baiklah, kerjakanlah apa yang saya minta kamu kerjakan ini. Ikuti saya, marilah kita berdoa satu kali “Salam Maria” dan berjanjilah kepada Allah bahwa jika kesehatan anakmu pulih, engkau akan dengan serius mempelajari doktrin Katolik, dan sekiranya engkau berkesimpulan bahwa agama Katolik adalah satu-satunya agama yang benar, engkau akan memeluknya tak perduli apa pun pengorbanannya.”
Saudarinya agak enggan pertama-tama, tetapi karena dia begitu menginginkan kesembuhan untuk puteranya, dia menerima usulan dari saudara laki-lakinya dan mendaraskan “Salam Maria” bersama-sama dia. Keesokan harinya anaknya sembuh. Sang ibu memenuhi janjinya dan dia pun mempelajari doktrin Katolik. Setelah masa persiapan yang panjang dia menerima Baptisan bersama-sama dengan seluruh keluarganya, sambil berterima kasih kepada saudara laki-lakinya karena telah menjadi rasul kepadanya.
Kisah ini diceritakan dalam sebuah khotbah yang diberikan oleh Romo Tuckwell. “Saudara-saudara,” dia melanjutkan dan berkata, “anak laki-laki yang menjadi Katolik dan menobatkan saudara perempuannya kepada agama Katolik itu membaktikan seluruh hidupnya kepada pelayanan Allah. DIA ADALAH PASTUR YANG SEDANG BERKHOTBAH KEPADA KALIAN SEKARANG INI. Apa adanya saya, saya berhutang budi kepada Bunda kita. Kalian juga, saudara-saudaraku, berdedikasilah sepenuhnya kepada Bunda kita dan jangan lewatkan satu hari pun tanpa mengucapkan doa yang indah itu, “Salam Maria”, dan Rosario kalian.
Tuesday, September 6, 2011
Visi dengan tindakan dapat mengubah dunia.
Sewaktu liburan, suatu hari aku berjalan menyusuri pantai. Ketika sedang berjalan, aku melihat sesosok tubuh manusia bergerak seperti seorang penari. Aku tersenyum dan bertanya dalam hati siapakah orang itu.
Kemudian aku mempercepat langkahku untuk mengejar bayangan tersebut. Setelah mendekat aku melihat seorang laki-laki muda dan orang itu ternyata tidak sedang menari, tetapi sedang membungkuk k...e pasir, mengambil sesuatu dan dengan senang hati melemparkannya ke laut.
Setelah lebih dekat lagi, aku berseru, “Selamat Pagi ! Apa yang sedang anda lakukan ?”.
Anak muda itu berhenti, melihat kepadaku dan menjawab, “Melempar bintang laut.”.
Aku bertanya, “Kenapa anda melakukan itu?”
Anak muda itu menjawab, “Matahari akan segera meninggi dan air akan surut. Jika saya tidak melakukannya, mereka akan mati.”
“Tapi anak muda, tidakkah anda sadar bahwa sepanjang pantai ini dipenuhi bintang laut ??
24 jam pun anda menghabiskan waktu, tidak mungkin anda lempar sepersejuta pun dari seluruh jumlah bintang laut disepanjang pantai ini. Anda tidak mungkin membuat perbedaan !”
Anak muda itu mendengarkan dengan sopan, kemudian dia membungkuk, mengambil bintang laut lainnya dan melemparnya ke laut, melewati gelombang yang menggemuruh, dan dia sebut, “pasti ada perbedaan untuk yang satu itu”.
Jawabannya mengejutkanku, dan aku kecewa bahkan tidak tahu bagaimana harus menjawab anak muda itu. Yang saya pikir hanya, anak muda ini mengerjakan hal yang sia-sia, pahlawan kesiangan. Saat itu berbalik dan berjalan menelusuri pantai.
Sepanjang hari ketika aku menikmati liburanku, bayangan anak muda itu tetap menghantui pikiranku. Aku mencoba untuk mengabaikannya, tapi bayangan itu tetap muncul. Akhirnya, pada sore harinya aku sadar bahwa aku telah melupakan hakekat penting dari tindakan anak muda tersebut. Anak muda tersebut tidak memilih menjadi pengamat yang pasif di alam semesta ini, tetapi menjadi pelaku yang membuat suatu perbedaan - do some thing! Aku merasa malu.
Aku kembali ke hotel, malam itu aku tidur dalam kegelisahan. Ketika pagi menjelang, aku terjaga dan merasa harus melakukan sesuatu. Lalu aku bangun dan mengenakan pakaianku. Dan bersama anak muda itu, aku menghabiskan pagi itu melempar bintang-bintang laut. Anda lihat, tindakan anak muda itu mewakili sesuatu yang khusus dalam setiap diri kita.
Kita semua dikarunia kemampuan untuk membuat perbedaan. Dan jika kita seperti anak muda itu, sadar akan karunia itu, kita akan mendapat kekuatan melalui visi kita untuk membentuk dunia. Dan itulah tantangan anda, dan itulah tantangan saya.
Kita masing-masing harus menemukan bintang laut kita. Dan bila kita melempar bintang laut kita dengan baik dan bijaksana, saya yakin dunia ini akan menjadi lebih baik. Visi dengan tindakan dapat mengubah dunia.
Kemudian aku mempercepat langkahku untuk mengejar bayangan tersebut. Setelah mendekat aku melihat seorang laki-laki muda dan orang itu ternyata tidak sedang menari, tetapi sedang membungkuk k...e pasir, mengambil sesuatu dan dengan senang hati melemparkannya ke laut.
Setelah lebih dekat lagi, aku berseru, “Selamat Pagi ! Apa yang sedang anda lakukan ?”.
Anak muda itu berhenti, melihat kepadaku dan menjawab, “Melempar bintang laut.”.
Aku bertanya, “Kenapa anda melakukan itu?”
Anak muda itu menjawab, “Matahari akan segera meninggi dan air akan surut. Jika saya tidak melakukannya, mereka akan mati.”
“Tapi anak muda, tidakkah anda sadar bahwa sepanjang pantai ini dipenuhi bintang laut ??
24 jam pun anda menghabiskan waktu, tidak mungkin anda lempar sepersejuta pun dari seluruh jumlah bintang laut disepanjang pantai ini. Anda tidak mungkin membuat perbedaan !”
Anak muda itu mendengarkan dengan sopan, kemudian dia membungkuk, mengambil bintang laut lainnya dan melemparnya ke laut, melewati gelombang yang menggemuruh, dan dia sebut, “pasti ada perbedaan untuk yang satu itu”.
Jawabannya mengejutkanku, dan aku kecewa bahkan tidak tahu bagaimana harus menjawab anak muda itu. Yang saya pikir hanya, anak muda ini mengerjakan hal yang sia-sia, pahlawan kesiangan. Saat itu berbalik dan berjalan menelusuri pantai.
Sepanjang hari ketika aku menikmati liburanku, bayangan anak muda itu tetap menghantui pikiranku. Aku mencoba untuk mengabaikannya, tapi bayangan itu tetap muncul. Akhirnya, pada sore harinya aku sadar bahwa aku telah melupakan hakekat penting dari tindakan anak muda tersebut. Anak muda tersebut tidak memilih menjadi pengamat yang pasif di alam semesta ini, tetapi menjadi pelaku yang membuat suatu perbedaan - do some thing! Aku merasa malu.
Aku kembali ke hotel, malam itu aku tidur dalam kegelisahan. Ketika pagi menjelang, aku terjaga dan merasa harus melakukan sesuatu. Lalu aku bangun dan mengenakan pakaianku. Dan bersama anak muda itu, aku menghabiskan pagi itu melempar bintang-bintang laut. Anda lihat, tindakan anak muda itu mewakili sesuatu yang khusus dalam setiap diri kita.
Kita semua dikarunia kemampuan untuk membuat perbedaan. Dan jika kita seperti anak muda itu, sadar akan karunia itu, kita akan mendapat kekuatan melalui visi kita untuk membentuk dunia. Dan itulah tantangan anda, dan itulah tantangan saya.
Kita masing-masing harus menemukan bintang laut kita. Dan bila kita melempar bintang laut kita dengan baik dan bijaksana, saya yakin dunia ini akan menjadi lebih baik. Visi dengan tindakan dapat mengubah dunia.
Monday, September 5, 2011
OH..YESUS, TUHANKU...
Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan JADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah berat dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar, orang
buta huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH MASUKAN KAMI KE DALAM PERCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan
Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata dalam doa BAPA KAMI
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan JADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah berat dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar, orang
buta huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH MASUKAN KAMI KE DALAM PERCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan
Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata dalam doa BAPA KAMI
Sunday, September 4, 2011
Life, it`s so Simple
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
... Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh kedalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah atau memiliki secukupnya saja.
* Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
... Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap.Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
* Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.
Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."
Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."
* Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur." Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
* Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh kedalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
* Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
* Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."
* Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah atau memiliki secukupnya saja.
Friday, September 2, 2011
Rencana Tuhan
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang meyulam sehelai kain.
Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam sesuatu di atas sehelai kain.
Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkanlah permaina...nmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu sembrawut menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari ke sini, dan duduklah di pangkuan ibu."
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali.
Aku hampir tak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang ruwet.
Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa dia atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya." "Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada TUHAN, "apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?
Kemudian TUHAN menjawab, "kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini.
Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuan-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku!"
SERING KALI KITA TIDAK MENGERTI APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA ..
TAPI PERCAYALAH BAHWA SEMUA YANG TELAH DIA IJINKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA ADALAH YANG TERBAIK...
Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang meyulam sesuatu di atas sehelai kain.
Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku, lanjutkanlah permaina...nmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu sembrawut menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari ke sini, dan duduklah di pangkuan ibu."
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali.
Aku hampir tak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang ruwet.
Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa dia atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya." "Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada TUHAN, "apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab, "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?
Kemudian TUHAN menjawab, "kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini.
Suatu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuan-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku!"
SERING KALI KITA TIDAK MENGERTI APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA ..
TAPI PERCAYALAH BAHWA SEMUA YANG TELAH DIA IJINKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA ADALAH YANG TERBAIK...
Apakah Kita Orang Orang Munafik ?
Ini pertanyaan yang seru untuk diperdebatkan.
Tetapi dalam menjawab pertanyaan seperti ini kita harus jujur pada diri kita sendiri dan hati nurani kita.
...Kita hidup didalam dunia.
Mau tidak mau kita mengikuti pola yang ada didalam dunia (sekularisme) Alkitab banyak mengajar untuk hidup dengan radikal.
Alkitab (perjanjian lama) mengajarkan …
“Jangan berzinah” .. tetapi Yesus mengatakan
“Setiap orang yang memandang perempuan itu dan mengingininya,
berarti dia telah berzinah dengan perempuan itu didalam hatinya” (Mat 5: 27-28)
Dan masih banyak hal lagi.
Kalau boleh bertanya …
“Apakah kamu butuh uang ?”
Tentu dengan sepakat kita mengatakan kita butuh/mau.
kita ingat bahwa “Kita tidak boleh terikat apapun juga dengan dunia”.
Tapi pernahkan kita berpikir .. apakah kita bisa hidup tanpa memegang uang ?
“Trust in the Lord ?”
saya juga berpikir susah juga.
Saya masih suka untuk banyak menghabiskan uang saya.
Saya lebih memilih naik ojek dari pada naik angkot.
Saya lebih suka makan daging daripada sayuran.
Saya kepingin punya rumah, mobil dsb…
Kalau begitu apakah uang itu mengikat diri saya ?
Saya berpikir dan lama berpikir…….
Saya memang butuh uang tapi saya juga nggak mau terikat dengan itu.
Mungkin dengan ilustrasi akan lebih memudahkan ..
“Tiba - tiba kita mendapat undian BCA ataupun apapun juga
Kita mendapat 250 jt. Apa yang akan kita lakukan ??”
Pasti kita berpikir akan memberi Gereja atau ke Panti Asuhan sekian puluh jt.
Terus sisanya kita mau gunakan untuk apa ?
Coba buat list dulu sebelum kita lanjutkan….
…………wait for 1 minute…….
Kita sering berkata I love You Lord.. more than everything
Coba kita katakan lalu kita lihat List kita ?
Hm.... ternyata susah untuk mencintai Tuhan.
Ternyata masih banyak keinginan kita sendiri dari pada keinginan Tuhan.
Saya pernah membaca sebuah buku ada tulisan seperti ini.
“Saya kepingin punya rumah pribadi dengan segala barang yang mewah TV besar, sound system, AC
Saya ingin sarapan pagi dikamar
Dengan telur dadar, sosis, segelas susu
Saya ingin dilayani oleh para pembantu
Saya perintah untuk mengambilkan koran, minum
Saya ingin punya sopir pribadi
Yang siap mengantar saya kemanapun saya pergi
Saya ingin berada dalam sebuah mobil mewah
Dengan sound system yang ada, TV, kulkas mini, AC
Saya kepingin punya seorang istri
Cantik, sabar, lembut dan penuh pengertian
Saya mau dia menemani saya pada waktu sore hari
Saya mau berdua dengan dia melihat matahari terbenam
Saya ingin punya anak yang lucu dan manja
Saya ingin melewatkan waktu tua saya dengan istri
Dengan anak saya dengan menantu saya dengan cucu saya
Tetapi semua itu hanya keinginan saya
Semua telah kupersembahkan kepada Tuhan”
Ini adalah semua puisi yang telah ditulis oleh seorang Pastur
Semua keinginan itu boleh kita miliki.
Tapi apakah kita ingat apa yang Tuhan mau. (God First)
Saya masih terlalu susah untuk mencintai Tuhan terus apakah kita harus ambruk……
Kita masih terus diberi kesempatan untuk boleh mencintai Tuhan lebih lagi…..
Kalau kita masih hidup hari ini … ini tanda bahwa Tuhan
memberi kita kesempatan untuk belajar mencintai Tuhan lebih
lagi dan memperbaiki diri kita.
OK … mari kita coba bersama.....
Saya rasa kita bukanlah orang munafik.
Karena kita masih punya keinginan dan kita mau jujur bahwa kita masih punya keinginan ketika ditanya orang.
Namun kita mau mencari kehendak Tuhan didalam hidup ini
dan mau persembahkan seluruh keinginan kita bagi Kemuliaan Tuhan.
Mulailah berdoa sebelum kita mengambil sebuah keputusan untuk masa depan kita.
AVE MARIA !!!
Tetapi dalam menjawab pertanyaan seperti ini kita harus jujur pada diri kita sendiri dan hati nurani kita.
...Kita hidup didalam dunia.
Mau tidak mau kita mengikuti pola yang ada didalam dunia (sekularisme) Alkitab banyak mengajar untuk hidup dengan radikal.
Alkitab (perjanjian lama) mengajarkan …
“Jangan berzinah” .. tetapi Yesus mengatakan
“Setiap orang yang memandang perempuan itu dan mengingininya,
berarti dia telah berzinah dengan perempuan itu didalam hatinya” (Mat 5: 27-28)
Dan masih banyak hal lagi.
Kalau boleh bertanya …
“Apakah kamu butuh uang ?”
Tentu dengan sepakat kita mengatakan kita butuh/mau.
kita ingat bahwa “Kita tidak boleh terikat apapun juga dengan dunia”.
Tapi pernahkan kita berpikir .. apakah kita bisa hidup tanpa memegang uang ?
“Trust in the Lord ?”
saya juga berpikir susah juga.
Saya masih suka untuk banyak menghabiskan uang saya.
Saya lebih memilih naik ojek dari pada naik angkot.
Saya lebih suka makan daging daripada sayuran.
Saya kepingin punya rumah, mobil dsb…
Kalau begitu apakah uang itu mengikat diri saya ?
Saya berpikir dan lama berpikir…….
Saya memang butuh uang tapi saya juga nggak mau terikat dengan itu.
Mungkin dengan ilustrasi akan lebih memudahkan ..
“Tiba - tiba kita mendapat undian BCA ataupun apapun juga
Kita mendapat 250 jt. Apa yang akan kita lakukan ??”
Pasti kita berpikir akan memberi Gereja atau ke Panti Asuhan sekian puluh jt.
Terus sisanya kita mau gunakan untuk apa ?
Coba buat list dulu sebelum kita lanjutkan….
…………wait for 1 minute…….
Kita sering berkata I love You Lord.. more than everything
Coba kita katakan lalu kita lihat List kita ?
Hm.... ternyata susah untuk mencintai Tuhan.
Ternyata masih banyak keinginan kita sendiri dari pada keinginan Tuhan.
Saya pernah membaca sebuah buku ada tulisan seperti ini.
“Saya kepingin punya rumah pribadi dengan segala barang yang mewah TV besar, sound system, AC
Saya ingin sarapan pagi dikamar
Dengan telur dadar, sosis, segelas susu
Saya ingin dilayani oleh para pembantu
Saya perintah untuk mengambilkan koran, minum
Saya ingin punya sopir pribadi
Yang siap mengantar saya kemanapun saya pergi
Saya ingin berada dalam sebuah mobil mewah
Dengan sound system yang ada, TV, kulkas mini, AC
Saya kepingin punya seorang istri
Cantik, sabar, lembut dan penuh pengertian
Saya mau dia menemani saya pada waktu sore hari
Saya mau berdua dengan dia melihat matahari terbenam
Saya ingin punya anak yang lucu dan manja
Saya ingin melewatkan waktu tua saya dengan istri
Dengan anak saya dengan menantu saya dengan cucu saya
Tetapi semua itu hanya keinginan saya
Semua telah kupersembahkan kepada Tuhan”
Ini adalah semua puisi yang telah ditulis oleh seorang Pastur
Semua keinginan itu boleh kita miliki.
Tapi apakah kita ingat apa yang Tuhan mau. (God First)
Saya masih terlalu susah untuk mencintai Tuhan terus apakah kita harus ambruk……
Kita masih terus diberi kesempatan untuk boleh mencintai Tuhan lebih lagi…..
Kalau kita masih hidup hari ini … ini tanda bahwa Tuhan
memberi kita kesempatan untuk belajar mencintai Tuhan lebih
lagi dan memperbaiki diri kita.
OK … mari kita coba bersama.....
Saya rasa kita bukanlah orang munafik.
Karena kita masih punya keinginan dan kita mau jujur bahwa kita masih punya keinginan ketika ditanya orang.
Namun kita mau mencari kehendak Tuhan didalam hidup ini
dan mau persembahkan seluruh keinginan kita bagi Kemuliaan Tuhan.
Mulailah berdoa sebelum kita mengambil sebuah keputusan untuk masa depan kita.
AVE MARIA !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)






