Friday, September 7, 2012

TIDAK BERSANDAR !


 Seorang anak bertanya kepada Ibunya:
"Ibu temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang supaya tidak menggigit anaknya. Apakah Ibu juga lakukan hal yang sama?".

Sang Ibu tertawa "TIDAK. Tapi Ibu akan men...
gejar setiap nyamuk sepanjang malam, SUPAYA TIDAK SEMPAT MENGGIGIT SIAPAPUN".

"Oh iya. Kubaca tentang seorang Ibu yang rela tidak makan supaya anak2- nya bisa makan kenyang. Akankah Ibu lakukan hal yang sama?", si anak kembali bertanya.

Dengan tegas Ibunya menjawab "Ibu akan BEKERJA KERAS AGAR kita semua BISA makan kenyang, dan KAMU TIDAK harus sulit menelan karena MELIHAT ibumu menahan lapar".

Sang anak tersenyum...
"Aku bisa SELALU bersandar padamu Ibu".

Sambil memeluknya si Ibu berkata "TIDAK Nak!. Tapi aku akan mengajarmu BERDIRI KOKOH diatas kakimu SENDIRI, agar kau TIDAK harus JATUH tersungkur ketika aku harus pergi meninggalkanmu".

---------------
"Seorg Ibu yg bijak bukan hanya menjadikan dirinya tempat bersandar, tetapi yang BISA MEMBUAT sandaran tsb TIDAK lagi diperlukan."
Keluaran 18 : 13-27

Tuhan bisa pakai siapa saja untuk memberi nasihat kepada kita, selain Ia sendiri yang berfirman langsung kepada kita.
Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu bahwa nasihat itu dari Tuhan?

Untuk itu dibutuhkan kepekaan & pengenalan akan suara & kebenaran-Nya. Kita harus bangun keintiman kita dengan Tuhan setiap "saat" sampai kita dapat mengenali suara-Nya.

Jangan cari TUHAN ke mana-mana.
TUHAN HIDUP DI DALAM HATIMU...

Selamat akhir Pekan. !
Tuhan memberkati....

Thursday, September 6, 2012

Tetaplah Belajar dan Bersyukur !


Twitter : @BundaPenolong

Pablo Casals, pemain cello yang hebat, ditanya mengapa di usia 85 tahun ia terus berlatih selama 5 jam sehari. Jawabnya, "Tanpa hasrat yang sungguh-sungguh untuk bertumbuh, saya akan menjadi korban dari sukses saya sendiri."

"Sikap berpuas diri akan menyebarkan penyakit yang mengerikan ke seluruh bidang kehidupan saya. Ia akan ‘menyerang' ketika kita terlena dengan potensi-potensi kita dan meyakinkan diri bahwa sukses itu akan berlangsung selamanya."

Seperti kata Joe Parteno, pelatih football Amerika, "Begitu Anda menganggap diri Anda sudah tiba di puncak, bencana justru ada di balik tikungan."

Jadi, jangan pernah terlena dengan kesuksesan yang sudah Anda peroleh saat ini. Tetaplah waspada, sebab roda dunia akan terus berputar. Mereka yang terlena, tanpa sadar tiba-tiba sudah berada di jurang kehancuran.

Masalah harus terus ada untuk membuat kita berada di puncak. Tapi, harus kita ketahui bahwa "Tidak berpuas diri" tidaklah sama dengan upaya yang tak terkendali untuk terus mengejar uang lebih banyak, pengakuan lebih banyak, status yang terus meningkat, atau ukuran apa pun yang kita gunakan untuk mengukur sukses. Jika ini yang Anda lakukan, Anda tidak akan dapat menikmati sukses Anda. Lelah, Letih, dan penat, itulah yang akan tersisa untuk Anda.

Thomas Huxley, ahli biologi asal Inggris, pernah berkata, "Anak tangga itu tidaklah pernah dimaksudkan menjadi tempat istirahat, melainkan sekadar untuk menopang kaki seseorang sejenak untuk memungkinkannya menjejakkan kaki lainnya ke anak tangga yang lebih tinggi."

Teruslah mendaki, bertumbuh, dan menjangkau untuk menjadi dan mengalami segalanya yang ditawarkan kehidupan besar ini. Tetaplah belajar, berjuang dan bersyukur. !

Semoga Anda Sehat Sejahtera Selalu
Tuhan memberkati.....

Friday, August 31, 2012

Kisah Ratu Victoria

 
Twitter : @BundaPenolong


Tuhan masih bekerja, dan Ia bekerja dengan berbagai cara, besar ataupun kecil. Billy Graham pernah menulis sebuah cerita, "Kereta ekspres Inggris membelah malam, lampu besarnya yang terang meny...
inari malam. Ratu Victoria menjadi penumpang kereta itu. Tiba-tiba teknisi melihat sasuatu yang mengejutkan. Ditengah cahaya lampu kereta tampak sosok asing yang mengenahkan jubah hitam sedang berdiri ditengah rel dan melambaikan tangannya. Teknisi menyambar rem dan menghentikan kereta api itu dengan mendadak.

Ia dan rekan-rekannya turun dari kereta untuk melihat apa yang telah menghentikan mereka. Namun, mereka tidak dapat menemukan jejak sosok asing tadi. Mengikuti perasaannya, teknisi itu lalu berjalan beberapa meter meyusuri rel. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap kabut dengan ngeri. Sebuah jembatan tersapu ditengah-tengah dan dihadapan mereka jembatan itu tercebur kedalam sungai yang deras. Seandainya teknisi tadi tidak memperhatikan sosok seperti hantu itu, kereta apinya akan tercebur kedalam sungai.

Setelah jembatan dan rel itu diperbaiki, para pekerja melakukan pencarian lebih seksama terhadap orang asing pengibar bendera tersebut. Akan tetapi, setelah sampai di london barulah mereka memecahkan misteri tersebut.

Di dasar lampu besar kereta, teknisi menemukan seekor ngengat besar yang sudah mati. Ia memeriksanya sejenak, kemudian mengikuti dorongan hatinya. Ia membasahi sayapnya dan menempelkannya di kaca lampu.

Ia naik kembali kereta, menyalakan lampu dan melihat si "Pengibar bendera" di tengah cahayanya, seperti yang dilihatnya beberapa detik sebelum kereta sampai di jembatan yang hanyut. Dalam kabut ia tampak seperti sosok hantu yang melambai-lambaikan lengannya.

Ketika Ratu Victoria diberi tahu tentang kejadian aneh tersebut, ia mengatakan, "Saya yakin itu bukan suatu kebetulan. Itu adalah cara Tuhan melindungi kita."

Tidak, sosok yang dilihat oleh teknisi di cahaya lampu itu bukanlah sosok malaikat... namun demikian, Allah sangat mungkin melalui pelayanan malaikat-malaikatNya yang tidak nampak, telah meletakkan ngengat itu di kaca lampu tepat disaat dan di tempat ia perlukan. Sungguh "malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" Maz 91:11

Tuhan memberkati....

Thursday, August 30, 2012

Tersenyum selalu

 
Twitter : @BundaPenolong


Ini adalah cerita seorang ibu yg akan menyelesaikan skripsinya.
Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum".

Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar merasakannya - desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.

Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih." Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.

Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah. Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..

Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yg ada restoran tersebut, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.

Tuhan memberkati......

Tuesday, August 28, 2012

HINENI


Twitter :@BundaPenolong

Amerika 1807...
Seorg pria kulit putih ke pasar budak.
Dia melihat seorang wanita kulit hitam diikat & dilelang di pasar budak itu.
 Wanita itu begitu galak & buas, ia mengumpat semua orang yang ada si sekitarnya.
 Berusaha mnendang & mencakar orang yang hendak membelinya.
Pria tadi datang ke penjualnya & berkata:
 "Aku hendak membeli dia".
 Terjadi tawar menawar harga & kesepakatan terjadi..
Wanita itu terjual.
 Pria itu mengambil tali pengikat wanita tsb & membawanya pulang.
 Walaupun wanita itu meronta & terus mengumpat..
 Sampai di rumah, sang pria menulis sesuatu di kertas & kemudian melepaskan tali pengikat wanita hitam itu.
 Ketika tali itu terlepas, sang wanita bertambah buas & berusaha menyerang.
Tapi pria itu berkata:
 "Tenang.. Kamu tidak usah marah, ini aku sudah buatkan surat bebas. Kamu sekarang bukan budakku, maupun budak orang lain.
 Kamu adalah orang bebas.
 Silahkan kamu pergi sesuka hatimu."
 Lalu pria itu meninggalkan dia.
 Wanita hitam itu diam memandang surat bebasnya, tiba2 ia menangis & mengejar pria kulit putih itu.
Ia tersungkur di kakinya & berkata:
"Tuan, aku mau ikut engkau..
Aku mau mengabdi padamu, kusobek surat bebasku..
 Jadikan aku budakmu, bila aku berkeliaran, pasti ada orang jahat yang akan menangkap aku & nasibku akan sama terulang lagi di pasar budak itu..
Dan mungkin aku tidak akan bertemu Tuan lagi.. ".
Bukankah YESUS juga sudah menebus kita?
 Setelah kita percaya & dibaptis kita masih punya freewill ?
 Kita masih bebas berbuat dosa.
TUHAN tidak pernah memaksa kita harus menjadi hamba-NYA.
 Kita bebas memilih siapa Tuan kita...
Tapi ketika kita berkata "HINENI" aku budak-MU.
 Aku menyerah penuh pada-MU ya TUHAN....
itulah yang TUHAN inginkan. TUHAN mau kita datang pada-NYA bukan karena paksaan..
 Tapi karena KETULUSAN HATI.. !
Sepenuhnya untuk TUHAN...
 Itulah HINENI..

Tuhan memberkati

Sahabat Sejati


Twitter :@BundaPenolong

Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
...
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
"Pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah pohon ini."
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, "Teman, tinggallah ditempat saya!."

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, "Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus"
Pohon berkata kepada burung kenari ini, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat..."

Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!", burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.

Akhirnya dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah sahabat sejati.

Tuhan memberkati....

Monday, August 27, 2012

TITIK BALIK


Twitter : @BundaPenolong

Julio Iglesias adalah seorang pemain sepakbola profesional di Madrid, ketika tabrakan mobil mengakhiri kariernya dan menyebabkan dia lumpuh selama satu setengah tahun.
Seorang perawat yang simpatik memberinya sebuah gitar untuk membantunya melewati waktu di rumah sakit. Walaupun sebelumnya dia tidak punya aspirasi musik, Iglesias kemudian mendapat sukses besar di bidang musik pop. Kecelakaan Iglesias menandai titik yang menentukan dalam hidupnya, sebuah titik balik yang mengubah segala-galanya.
Dalam hidup kita seringkali kita menghadapi hal-hal yang buruk dan tidak terduga. Dan ketika hal-hal buruk menimpa kita, seringkali yang kita lakukan adalah bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Yusuf pun pernah mengalami hal yang serupa dimana seharusnya dia tidak ada masa depan, ketika Yusuf akan dibunuh dan akhirnya dijual oleh saudara- saudaranya kepada orang Midian sebagai budak.
Secara lahiriah Yusuf tak punya harapan yang besar akan hidupnya. Tetapi dari peristiwa itulah Yusuf diangkat oleh Tuhan, dan masalah demi masalah dia lalui. Namun hal itulah
yang justru menjadi titik balik dimana Tuhan memakai Yusuf dan menyertainya hingga dia menjadi Raja.
Mungkin saat ini kita menghadapi hal yang demikian, dimana kita merasa terjepit, sekitar kita membenci kita, melakukan sesuatu sering gagal, sudah tidak ada harapan, masa depan suram, ingatlah akan peristiwa yang dialami Iglesias dan Yusuf. Mungkin ini menjadi titik balikmu untuk meraih kesuksesan itu. Yang terpenting adalah andalkan Tuhan, jangan menyalahkan Tuhan, dan selalu setia kerjakan firmanNya. Maka ada sesuatu yang besar akan terjadi dalam hidup kita.
Pandanglah peristiwa yang menyakitkan menjadi titik balik untuk menuju sesuatu yang besar.
Tuhan memberkati....