Friday, August 31, 2012

Kisah Ratu Victoria

 
Twitter : @BundaPenolong


Tuhan masih bekerja, dan Ia bekerja dengan berbagai cara, besar ataupun kecil. Billy Graham pernah menulis sebuah cerita, "Kereta ekspres Inggris membelah malam, lampu besarnya yang terang meny...
inari malam. Ratu Victoria menjadi penumpang kereta itu. Tiba-tiba teknisi melihat sasuatu yang mengejutkan. Ditengah cahaya lampu kereta tampak sosok asing yang mengenahkan jubah hitam sedang berdiri ditengah rel dan melambaikan tangannya. Teknisi menyambar rem dan menghentikan kereta api itu dengan mendadak.

Ia dan rekan-rekannya turun dari kereta untuk melihat apa yang telah menghentikan mereka. Namun, mereka tidak dapat menemukan jejak sosok asing tadi. Mengikuti perasaannya, teknisi itu lalu berjalan beberapa meter meyusuri rel. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap kabut dengan ngeri. Sebuah jembatan tersapu ditengah-tengah dan dihadapan mereka jembatan itu tercebur kedalam sungai yang deras. Seandainya teknisi tadi tidak memperhatikan sosok seperti hantu itu, kereta apinya akan tercebur kedalam sungai.

Setelah jembatan dan rel itu diperbaiki, para pekerja melakukan pencarian lebih seksama terhadap orang asing pengibar bendera tersebut. Akan tetapi, setelah sampai di london barulah mereka memecahkan misteri tersebut.

Di dasar lampu besar kereta, teknisi menemukan seekor ngengat besar yang sudah mati. Ia memeriksanya sejenak, kemudian mengikuti dorongan hatinya. Ia membasahi sayapnya dan menempelkannya di kaca lampu.

Ia naik kembali kereta, menyalakan lampu dan melihat si "Pengibar bendera" di tengah cahayanya, seperti yang dilihatnya beberapa detik sebelum kereta sampai di jembatan yang hanyut. Dalam kabut ia tampak seperti sosok hantu yang melambai-lambaikan lengannya.

Ketika Ratu Victoria diberi tahu tentang kejadian aneh tersebut, ia mengatakan, "Saya yakin itu bukan suatu kebetulan. Itu adalah cara Tuhan melindungi kita."

Tidak, sosok yang dilihat oleh teknisi di cahaya lampu itu bukanlah sosok malaikat... namun demikian, Allah sangat mungkin melalui pelayanan malaikat-malaikatNya yang tidak nampak, telah meletakkan ngengat itu di kaca lampu tepat disaat dan di tempat ia perlukan. Sungguh "malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" Maz 91:11

Tuhan memberkati....

Thursday, August 30, 2012

Tersenyum selalu

 
Twitter : @BundaPenolong


Ini adalah cerita seorang ibu yg akan menyelesaikan skripsinya.
Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.

Ketika berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum".

Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.

Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.

Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar merasakannya - desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.

Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.

Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih." Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."

Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan." Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.

Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah. Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..

Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yg ada restoran tersebut, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.

Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.

Tuhan memberkati......

Tuesday, August 28, 2012

HINENI


Twitter :@BundaPenolong

Amerika 1807...
Seorg pria kulit putih ke pasar budak.
Dia melihat seorang wanita kulit hitam diikat & dilelang di pasar budak itu.
 Wanita itu begitu galak & buas, ia mengumpat semua orang yang ada si sekitarnya.
 Berusaha mnendang & mencakar orang yang hendak membelinya.
Pria tadi datang ke penjualnya & berkata:
 "Aku hendak membeli dia".
 Terjadi tawar menawar harga & kesepakatan terjadi..
Wanita itu terjual.
 Pria itu mengambil tali pengikat wanita tsb & membawanya pulang.
 Walaupun wanita itu meronta & terus mengumpat..
 Sampai di rumah, sang pria menulis sesuatu di kertas & kemudian melepaskan tali pengikat wanita hitam itu.
 Ketika tali itu terlepas, sang wanita bertambah buas & berusaha menyerang.
Tapi pria itu berkata:
 "Tenang.. Kamu tidak usah marah, ini aku sudah buatkan surat bebas. Kamu sekarang bukan budakku, maupun budak orang lain.
 Kamu adalah orang bebas.
 Silahkan kamu pergi sesuka hatimu."
 Lalu pria itu meninggalkan dia.
 Wanita hitam itu diam memandang surat bebasnya, tiba2 ia menangis & mengejar pria kulit putih itu.
Ia tersungkur di kakinya & berkata:
"Tuan, aku mau ikut engkau..
Aku mau mengabdi padamu, kusobek surat bebasku..
 Jadikan aku budakmu, bila aku berkeliaran, pasti ada orang jahat yang akan menangkap aku & nasibku akan sama terulang lagi di pasar budak itu..
Dan mungkin aku tidak akan bertemu Tuan lagi.. ".
Bukankah YESUS juga sudah menebus kita?
 Setelah kita percaya & dibaptis kita masih punya freewill ?
 Kita masih bebas berbuat dosa.
TUHAN tidak pernah memaksa kita harus menjadi hamba-NYA.
 Kita bebas memilih siapa Tuan kita...
Tapi ketika kita berkata "HINENI" aku budak-MU.
 Aku menyerah penuh pada-MU ya TUHAN....
itulah yang TUHAN inginkan. TUHAN mau kita datang pada-NYA bukan karena paksaan..
 Tapi karena KETULUSAN HATI.. !
Sepenuhnya untuk TUHAN...
 Itulah HINENI..

Tuhan memberkati

Sahabat Sejati


Twitter :@BundaPenolong

Ada sebuah pohon yang sedang berbuah lebat, buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
...
Seekor burung jalak terbang ke pohon tersebut, dengan suara keras berteriak memuji pohon tersebut.
"Pohon yang subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah pohon ini."
Pohon setelah mendengar pujian tersebut berkata kepada burung jalak, "Teman, tinggallah ditempat saya!."

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini sambil bernyanyi, "Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus"
Pohon berkata kepada burung kenari ini, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"

Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat..."

Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, engkau mematuk saya, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!", burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur.

Akhirnya dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah sahabat sejati.

Tuhan memberkati....

Monday, August 27, 2012

TITIK BALIK


Twitter : @BundaPenolong

Julio Iglesias adalah seorang pemain sepakbola profesional di Madrid, ketika tabrakan mobil mengakhiri kariernya dan menyebabkan dia lumpuh selama satu setengah tahun.
Seorang perawat yang simpatik memberinya sebuah gitar untuk membantunya melewati waktu di rumah sakit. Walaupun sebelumnya dia tidak punya aspirasi musik, Iglesias kemudian mendapat sukses besar di bidang musik pop. Kecelakaan Iglesias menandai titik yang menentukan dalam hidupnya, sebuah titik balik yang mengubah segala-galanya.
Dalam hidup kita seringkali kita menghadapi hal-hal yang buruk dan tidak terduga. Dan ketika hal-hal buruk menimpa kita, seringkali yang kita lakukan adalah bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Yusuf pun pernah mengalami hal yang serupa dimana seharusnya dia tidak ada masa depan, ketika Yusuf akan dibunuh dan akhirnya dijual oleh saudara- saudaranya kepada orang Midian sebagai budak.
Secara lahiriah Yusuf tak punya harapan yang besar akan hidupnya. Tetapi dari peristiwa itulah Yusuf diangkat oleh Tuhan, dan masalah demi masalah dia lalui. Namun hal itulah
yang justru menjadi titik balik dimana Tuhan memakai Yusuf dan menyertainya hingga dia menjadi Raja.
Mungkin saat ini kita menghadapi hal yang demikian, dimana kita merasa terjepit, sekitar kita membenci kita, melakukan sesuatu sering gagal, sudah tidak ada harapan, masa depan suram, ingatlah akan peristiwa yang dialami Iglesias dan Yusuf. Mungkin ini menjadi titik balikmu untuk meraih kesuksesan itu. Yang terpenting adalah andalkan Tuhan, jangan menyalahkan Tuhan, dan selalu setia kerjakan firmanNya. Maka ada sesuatu yang besar akan terjadi dalam hidup kita.
Pandanglah peristiwa yang menyakitkan menjadi titik balik untuk menuju sesuatu yang besar.
Tuhan memberkati....

Sunday, August 26, 2012

Perkataan Yang Tepat Waktu


Twitter : @BundaPenolong

Seorang peneliti suatu hari melakukan survei terhadap sejumlah orang yang sedang mengikuti sebuah camp. Ia menawarkan buah apricot kepada peserta camp dengan tiga cara. Dan ternyata hasilnya pun berbeda². Maklumlah, buah apricot bukanlah buah yang disukai oleh kebanyakan orang. Tidak seperti apel, jeruk ataupun anggur. Mungkin karena rasanya yang kurang menggoda lidah.
Hari pertama si peneliti mulai mendekati para peserta satu demi satu sambil menawarkan buah apricotnya. Ia berkata, "You don't want apricot, don't you?" (Kamu pasti ngga mau buah apricot kan?) Hasilnya: 10% orang mengambil buah tersebut dan sisanya menolak.

Hari kedua, si peneliti kembali menawarkan buah apricot, namun dengan kalimat yang berbeda. Katanya, "You do want apricot, don't you?" (Kamu mau apricot kan?) Hasilnya: 50% peserta camp mengambil buah tersebut.

Hari ketiga, si peneliti mengajak para peserta camp mengobrol. "Hai, apa kabar? Bagaimana keadaan keluargamu? Oo..syukurlah kalau mereka baik² saja." Lalu setelah mengobrol santai, ia pun berkata, "You want 1 or 2 apricot?" Dan hasilnya : 50% mengambil 2 buah apricot dan 40% mengambil 1. Total 90% peserta mengambil buah apricot yang kurang diminati tersebut.

Apa yang kita bisa pelajari hari ini? Seni berkomunikasi itu penting. Ketika kita tepat dalam memilih kata² saat berkomunikasi, maka hal² yang baik pasti akan kita terima. Bahkan, hal yang tidak baik bisa berubah menjadi baik saat kita pandai memilih kata yang tepat. Seperti kisah di atas. Ketertarikan orang terhadap buah apricot berubah karena ada orang yang bisa menawarkannya dengan cara berkomunikasi yang baik.
Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak
(Amsal 25:11)

Tuhan memberkati....

Friday, August 24, 2012

Kalung Mutiara



Twitter : @BundaPenolong

Ini cerita tentang Anisa, gadis kecil ceria berusia lima tahun .

Suatu sore, Anisa menemani ibunya berbelanja di sebuah supermarket. Ketika menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berkilauan, tergantung dalam kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi, dia tahu,ibunya pasti akan keberatan.

Seperti biasa, sebelum berangkat ke supermarket Anisa sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui ibunya untuk dibeli. Tadi ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yang cantik.

Namun karena kalung itu sangat indah, Anisa memberanikan diri bertanya, "Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi..."

Sang Bunda dengan segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp. 15.000. Dilihatnya mata Anisa yang memandang dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya Ibu bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun dia tak mau bersikap tidak konsisten.

"Oke...Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan, Setuju"

Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya. "Terima kasih .., Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya.

Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur. Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab, kata ibunya, jika basah, kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau.

Setiap malam sebelum tidur, Ayah Anisa akan membacakan cerita pengantar tidur. Pada suata malam, ketika selesai membacakan sebuat cerita, Ayah bertanya:

"Anisa..,Anisa sayang nggak sama Ayah?"

"Tentu dong..Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang ayah!"

"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu..."

"Yah.., jangan dong ayah!Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek!
itu juga kesayanganku juga"

"Ya sudahlah sayang.. nggak apa-apa!" Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa.

Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, ayah
bertanya lagi:

"Anisa...,Anisa sayang nggak sih, sama ayah?"

"Ayah, ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada ayah?"

"kalau begitu, berikan pada ayah kalung mutiaramu."

"jangan ayah... Tapi kalau ayah mau, ayah boleh ambil boneka barbie ini."
Kata Anisa seraya menyerahkan boneka barbie yang selalu menenaminya bermain.

Beberapa malam kemudian, ketika ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk diatas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam diatas pangkuan. Dari matanya, mengalir bulir-bulir air mata membasahi pipinya....

"Ada apa Anisa, kenapa Anisa?"

Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.

Didalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya.

"Kalau ayah mau... ambilah kalung Anisa."

Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih.. sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa.

"Anisa.. ini untuk Anisa. Sama bukan ?
Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi
hijau"

Ya.. ternyata ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung
mutiara imitasi.

Moral cerita :
Sahabat, demikian pula halnya dengan Tuhan.
Terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik.

Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa: Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya
tidak ikhlas bila harus kehilangan.

Tuhan memberkati.....