Monday, September 12, 2011

Mengampuni

Mengampuni orang yang telah menyakiti hati kita memang bukan perkara mudah, apalagi orang tersebut adalah orang yang sangat kita kasihi. Namun, justru di situlah sebenarnya kasih itu diuji kemurniannya. Kisah berikut ini adalah sebuah contoh tentang kasih yang mengampuni.


Edith Taylor telah menikah dengan Carl puluhan tahun lamanya. Mereka saling mengasihi dan selalu rajin beribadah ke gereja be...rsama. Suatu hari perusahaan tempat Carl bekerja memerlukan Carl untuk dikirim ke Jepang untuk waktu yang cukup lama, namun Edith tidak dapat ikut pergi.

Karena terpisah jarak yang sangat jauh, mereka berkomunikasi lewat surat. Pada awalnya, surat mereka diterima dan dibalas dengan cepat, tetapi makin lama, surat dari Carl semakin jarang datang. Edith berpikir mungkin Carl sedang sibuk sehingga tak ada waktu mengirim surat untuknya. Hingga suatu hari datanglah sepucuk surat dari Carl, namun isi surat itu begitu mengejutkan Edith. Carl mengajukan permohonan cerai karena ia jatuh cinta pada seorang gadis Jepang bernama Aiko.

Walaupun hatinya hancur karena dikhianati, Edith tetap mengasihi Carl. Ketika anak dari pernikahan Carl dan Aiko lahir, Edith bahkan mengirimkan hadiah untuk anak itu. Setelah sekian lama, bertahun-tahun kemudian, Carl mengirimkan sepucuk surat kembali yang mengatakan ia terkena kanker ganas dan kuatir akan masa depan anaknya. Dan tak lama sesudah itu, Carl meninggal dunia karena sakitnya yang parah.

Edith yang mengasihi Carl, sangat mengingat pesan Carl dalam surat terakhirnya dan memutuskan untuk mendatangkan kedua anak Carl ke Amerika dan menyekolahkannya. Tidak cukup hanya itu, Edith juga mendatangkan Aiko. Mereka pun kemudian tinggal bersama dan Edith yang menghidupi mereka.

Apakah ini sebuah dongeng? Tidak! Ini adalah kisah nyata. Edith adalah seorang wanita yang sangat berjiwa besar. Apakah mudah bagi Edith untuk mengampuni suaminya yang telah mengkhianatinya? Tentu saja tidak mudah. Sakit hati yang luar biasa dan perlu proses pergumulan yang hebat dalam hatinya. Namun Edith memilih untuk mengampuni karena itu akan melepaskan dirinya dari belenggu yang hanya akan menyiksa dirinya sendiri.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, "Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15).

Pengampunan akan menolong diri kita sendiri karena orang yang hidup dalam sakit hati tidak akan pernah tenang dan bahagia. Cara untuk terlepas dari sakit hati adalah dengan melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah pada kita. Dan cara untuk mengampuni adalah lakukan saja perintah Tuhan dan jangan menggunakan perasaan. Jika kita menggunakan perasaan, mengampuni memang sulit.

Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)

No comments:

Post a Comment