Monday, August 1, 2011

"Hurts"

http://www.youtube.com/watch?v​=clq01TXQR0s&feature=player_em​bedded#at=59

"Barang siapa tidak bisa menoleh ke belakang dia tidak bisa melihat ke depan “. Begitu kata Rudolf van Jhering. Siapa sih Rudolf Van Jhering itu ? apakah dia tukang urut yang suka memijat orang yang keseleo urat lehernya ? Bukan !!, dia adalah seorang filsuf jer...man, orang bijak. Apakah ada hubungan kata-kata Rudolf van Jhering ini dengan lagu “Hurts “ yang dinyanyikan Johny Cash ini ? Ternyata ada.
Dim lightsLagu “ Hurts” adalah lagu yang sangat pribadi bagi penciptanya Trent Reznor vocalis Nine Inch Nails. Lagu ini bercerita bagaimana perjuangan hidupnya mengatasi ketidak berdayaan akibat kecanduan narkotika dan obat terlarang. Banyak orang menganggap lagu ini adalah lagu anti narkotika terbaik sepanjang masa.
Johny Cash seorang penyanyi dan pemain film kawakan berusia 71 tahun menyanyikan ulang lagu ini dan merilis video yang sangat menyentuh. Lagu inipun bukan lagi tentang penyesalannya akibat kecanduan narkoba tetapi juga banyak hal yang telah dilakukan di masa lalu sepanjang hidupnya yang ketika tua dan mendekati ajal disadari dan begitu disesali karena tidak berguna atau bahkan telah menyakiti dan mencederai hidup orang lain. Beberapa bulan setelah Johny Cash merilis videonya ia meninggal dunia, sehingga video nya yang di upload di internet banyak dikunjungi orang bahkan sampai lebih dari 50 juta. Seolah Johny Cash sudah merasa bahwa waktunya segera tiba dan ia berpamitan dengan lagu ini sebelum dipanggil Tuhan.
Johny Cash begitu menjiwai kata-kata indah dalam lagu “ Hurts “ ini : “you could have it all my empire of dirt, I will let you down. I will make you hurt. If i could start again, a million miles away, I would keep myself , I would find a way.”
Johny Cash barang kali beruntung sempat menyesali masa lalunya, ia bertobat atas masa lalunya. Banyak orang yang telah lanjut usia tidak bisa atau tidak mau berkaca dan menengok kebelakang sekalipun usianya telah lanjut. Sisa hidupnya bukan diisi oleh syukur yang mendalam atas berkat dan rahmat Tuhan sepanjang hidupnya, tetapi penuh dengan ketidak puasan dan kegeraman karena tidak terpenuhinya tetek bengek keinginan-keinginannya yang terus bermunculan dan tidak ada batasnya. Alhasil ia berubah menjadi seorang anak kecil yang terjebak di tubuhnya yang sudah renta. Apakah anda pernah menemui orang tua semacam itu disekitar anda ? Orang orang terdekat di keluarga anda atau barangkali mertua anda sendiri ? Apakah anda terpanggil untuk menentramkan jiwanya sebelum hari Tuhan datang padanya atau anda merasa kasihan dan ikut larut dalam kegalauan jiwa mereka ?

No comments:

Post a Comment