Tuesday, October 25, 2011

Belajar Dari Bambu

Ini adalah pesan yang sangat indah dan layak untuk disampaikan kepada semua orang. Saya setuju dengan semua yang dikatakan di sini,layak disimpan untuk inspirasi dan untuk menjaga kita semua.

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaan saya, hubungan saya dengan yang lain, spiritualitas saya. Saya ingin berhenti dari hidup saya. Aku pergi ke hutan untuk bicara terakhir kali dengan Tuhan. "Tuhan", kataku. "Bisakah Engkau memberi saya satu alasan untuk tidak berhenti? "

Jawaban yang mengejutkanku ...
"Lihatlah di sekitar", Katanya.
"Apakah kamu melihat pakis dan bambu?"
"Ya", saya menjawab.

"Ketika Aku menanam pakis dan benih bambu, Aku merawatnya dengan sangat baik. Aku memberi mereka cahaya. Aku memberi mereka air. Pakis cepat tumbuh dari bumi. Warna hijaunya yang menawan menutupi permukaan. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu.

Tapi aku tidak berhenti merawatnya. Pada tahun kedua, pakis tumbuh lebih bersemangat dan berlimpah. Dan lagi, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi aku tidak berhenti merawatnya. "Kata Dia.

"Pada tahun ketiga masih tidak ada apa-apa dari benih bambu. Tapi aku tidak akan berhenti. Pada tahun keempat, sekali lagi, tidak ada yg terjadi dari benih bambu. Aku tidak akan berhenti. "Kata Dia.

"Lalu pada tahun kelima sebuah tunas kecil muncul dari bumi. Dibandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan tidak berarti. Namun hanya dalam 6 bulan kemudian bambu naik menjadi lebih dari 100 meter. Ini telah menghabiskan lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Bambu membuat akar yang kuat dan memberi apa yang diperlukan untuk bertahan hidup. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa ditanganinya." KataNya kepada saya.

"Apakah Anda tahu, anakKu, bahwa selama ini Anda telah berjuang, Anda benar-benar telah tumbuh akar?"

"Aku tidak akan berhenti merawatnya. Aku tak akan menyerah pada Anda. "

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain." Kata Dia.

"Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis.
Tapi keduanya menjadikan hutan ini indah. "
"Waktu mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.

"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" Tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu naik?" Dia balik bertanya.
"Setinggi yang bisa dia capai ?" jawab saya dengan nada bertanya
"Ya." Dia berkata, "Berilah Aku kemuliaan dengan naik setinggi yang Anda bisa."

Saya pergi meninggalkan hutan itu dan membawa kembali kisah ini. Saya harap kata-kata ini dapat membantu Anda melihat bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah pada Anda. Dia tidak akan pernah menyerah pada Anda.

------------------

Jangan pernah menyesali hari-hari dalam hidup Anda.
Hari-hari baik memberikan kebahagiaan; hari buruk memberikan
pengalaman, keduanya penting untuk kehidupan


AVE MARIA !!!!

1 comment: